Kamis, 13 Desember 2012

Auguste Comte


          Auguste Comte. Siapa Auguste Comte? Bagi orang-orang yang bergelut dalam ranah sosiologi tentu sudah tidak asing dengan nama ini. Auguste Comte adalah Bapak Sosiologi yang pertama-tama memberi nama pada ilmu tersebut (yaitu dari kata Socius dan Logos). 

          Auguste Comte lahir di Montpelier, Prancis, pada 19 Januari 1798. Comte adalah orang pertama yang menggunakan istilah sosiologi. Berasal dari kata Socius yang berarti masyarakat dan Logos yang berarti ilmu. 
          Pada masanya, Comte mengembangkan fisika sosial yang pada tahun 1839 ia sebut sebagai Sosiologi. Penggunaan istilah fisika sosial menunjuk pada penggunaan ilmu pengetahuan yang menelaah statika sosial dan dinamika sosial. Comte menjabarkan teori mengenai Statika Sosial (Social Static) dan Dinamika Sosial (Social Dinamic).



A.  Teori Dinamika Sosial berisi :
1.  The Law of Three Stages
         a.  The theologycal or fictitious
                  - Fetishim, berhubungan dengan dunia supranatural atau hal-hal gaib
                  - Polytheism, berhubungan dengan kepercayaan pada adanya dewa-dewa
                  - Monotheism, berhubungan dengan kepercayaan bahwa hanya ada satu Tuhan yang harus  
                     diyakini

          b.  The methaphysical or abstract
               segala sesuatunya digerakkan oleh hukum-hukum alam

          c.  The scientific or positive
               semua gejala alam dan isinya hanya dapat dipahami dan diterangkan melalui kenyataan-kenyataan
               (rasional).

2.  The Law of Hierarchie of the Scientist
     Comte membagi hierarki susunan ilmu pengetahuan dari hal yang sederhana dan abstrak, yang kemudian
     menjadi dasar ilmu pengetahuan selanjutnya.
          a.  Matematika
          b.  Astronomi
          c.  Fisika
          d.  Kimia
          e.  Biologi
          f.   Sosiologi

3.  The Law of the Corellation of Practical Activities
            Ada hubungan yang bersifat natural antara cara berpikir teologis dengan militerisme. Semua
     permasalahan dijawab dengan kekuatan. Dalam hal ini, kekuasaan dan kewenangan menjadi tujuan dari
     masyarakat primitif dalam hubungan satu sama lain.

4.  The Law of the Corellation of the Feeling
             Masyarakat hanya dapat dipersatukan oleh feeling (perasaan). Sejarah telah memperlihatkan adanya
     hubungan antara perkembangan pemikiran dengan perkembangan sentimen sosial.


B.  Teori Statika Sosial berisi
             Masyarakat diatur oleh tata tertib dan bahwasanya kedudukan masyarakat tidaklah sama. Fungsi
      sosial statis adalah mencari hukum tentang aksi-reaksi daripada berbagai bagian dalam sistem sosial.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2011 my little notes... Designed by Cute Templates Blogger.
Thanks to: Link 1, Link 2, Link 3.