- Sebagian besar anggota suatu masyarakat tersebut bersepakat tentang batas-batas teritorial dari negara sebagai suatu kehidupan politik dimana mereka menjadi warganya.
- Apabila sebagian besar anggota masyarakat tersebut bersepakat mengenai struktur pemerintahan dan aturan-aturan daripada proses-proses politik yang berlaku bagi seluruh masyarakat di atas wilayah negara tersebut.
Masyarakat majemuk memiliki beberapa permasalahan, antara lain:
1. Konflik berasal dari kata configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain.
2. Perbedaan Kepentingan
Masing-masing individu memiliki keinginan yang berbeda-beda, sehingga menyebabkan kepentingan yang berbeda-beda. Di antaranya adalah perbedaan kepentingan untuk memperoleh kasih sayang, harga diri, penghargaan yang sama, dan memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
Perbedaan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu :
Perbedaan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu :
1. Fase disorganisasi yang terjadi
karena kesalah pahaman (akibat pertentangan antara harapan dengan standar
normatif).
2. Fase disintegrasi (konflik) yaitu
pernyataan tidak setuju dalam berbagai bentuk seperti timbulnya massa, protes,
aksi mogok dsb. Walter W. Martin dkk mengemukakan tahapan disintegrasi , sbb:
· Ketidak
sepahaman anggota kelompok tentang tujuan sosial yang hendak dicapai.
· Norma
sosial yang tidak dihayati dalam kelompok bertentangan satu sama lain.
· Tindakan
anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok.
3. Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka dan Diskriminasi adalah dua hal yang ada
relevansinya. Kedua tindakan tersebut dapat
merugikan pertumbuh-kembangan dan
bahkan integrasi masyarakat. Prasangka memiliki dasar pribadi,
dimana setiap orang memiliki. Perbedaan pokok antara prasangka dan diskriminatif adalah bahwa
prasangka menunjukkan pada aspek sikap, sedangkan diskriminatif pada tindakan. Sebab-sebab
timbulnya Prasangka dan Diskriminasi :
dimana setiap orang memiliki. Perbedaan pokok antara prasangka dan diskriminatif adalah bahwa
prasangka menunjukkan pada aspek sikap, sedangkan diskriminatif pada tindakan. Sebab-sebab
timbulnya Prasangka dan Diskriminasi :
1. Latar belakang sejarah.
Contohnya: orang kulit putih selalu berprasangka negative terhadap orang berkulit hitam atau
negro.
Contohnya: orang kulit putih selalu berprasangka negative terhadap orang berkulit hitam atau
negro.
2. Dilatar belakangi oleh perkembangan
sosio-kultural dan situsional.
Contohnya: terjadi PHK oleh pimpinan perusahaan terhadap karyawannya.
Contohnya: terjadi PHK oleh pimpinan perusahaan terhadap karyawannya.
3. Bersumber dari faktor kepribadian.
Para ahli beranggapan bahwa prasangka lebih dominan disebabkan oleh tipe kepribadian
orang-orang tertentu.
Para ahli beranggapan bahwa prasangka lebih dominan disebabkan oleh tipe kepribadian
orang-orang tertentu.
4. Perbedaan keyakinan, keperacayaan
dan agama.
Contohya: berdirinya fakta-fakta pertahanan seperti NATO, SEATO yang merupakan
contoh dari adanya prasangka dan politik global dari Negara adi kuasa.
Contohya: berdirinya fakta-fakta pertahanan seperti NATO, SEATO yang merupakan
contoh dari adanya prasangka dan politik global dari Negara adi kuasa.
4. Etnosentrisme
Ethnosentrisme
yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka
sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan
beranggapan bahwa bangsa/ras lain
kurang baik dimata mereka. Akibatnya adalah penampilan ethnosentrik yang dapat menjadi penyebab
utama dalam kesalahan dalam berkomunikasi.
kurang baik dimata mereka. Akibatnya adalah penampilan ethnosentrik yang dapat menjadi penyebab
utama dalam kesalahan dalam berkomunikasi.
0 komentar:
Posting Komentar