Senin, 10 Desember 2012

Masalah Masyarakat Majemuk

Indonesia mempunyai struktur masyarakat yang majemuk yang terkadang menimbulkan permasalahan mengenai bagaimana masyarakat tersebut dapat terintegrasi secara keseluruhan. Menurut Liddle, suatu integrasi yang tangguh dapat berkembang apabila:
  1. Sebagian besar anggota suatu masyarakat tersebut bersepakat tentang batas-batas teritorial dari negara sebagai suatu kehidupan politik dimana mereka menjadi warganya. 
  2. Apabila sebagian besar anggota masyarakat tersebut bersepakat mengenai struktur pemerintahan dan aturan-aturan daripada proses-proses politik yang berlaku bagi seluruh masyarakat di atas wilayah negara tersebut.
Masyarakat majemuk memiliki beberapa permasalahan, antara lain:
1. Konflik berasal dari kata configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain. 

2. Perbedaan Kepentingan
    Masing-masing individu memiliki keinginan yang berbeda-beda, sehingga menyebabkan kepentingan yang berbeda-beda. Di antaranya adalah perbedaan kepentingan untuk memperoleh kasih sayang, harga diri, penghargaan yang sama, dan memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
Perbedaan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu :
1.   Fase disorganisasi yang terjadi karena kesalah pahaman (akibat pertentangan antara  harapan dengan standar normatif).
2.  Fase disintegrasi (konflik) yaitu pernyataan tidak setuju dalam berbagai bentuk seperti timbulnya massa, protes, aksi mogok dsb. Walter W. Martin dkk  mengemukakan tahapan disintegrasi , sbb:
·  Ketidak sepahaman anggota kelompok tentang tujuan sosial yang hendak dicapai.
·  Norma sosial yang tidak dihayati dalam kelompok bertentangan satu sama lain.
·  Tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok.

3. Prasangka dan Diskriminasi
    Prasangka dan Diskriminasi adalah dua hal yang ada relevansinya. Kedua tindakan tersebut dapat  
    merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka memiliki dasar pribadi, 
    dimana setiap orang memiliki. Perbedaan pokok antara prasangka dan diskriminatif adalah bahwa 
    prasangka menunjukkan pada aspek sikap, sedangkan diskriminatif pada tindakan.  Sebab-sebab 
    timbulnya Prasangka dan Diskriminasi :
1.      Latar belakang sejarah.
   Contohnya: orang kulit putih selalu berprasangka negative terhadap orang berkulit hitam
atau 
         negro.
2.      Dilatar belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situsional.
   Contohnya: terjadi PHK oleh pimpinan perusahaan terhadap karyawannya.
3.      Bersumber dari faktor kepribadian.
   Para ahli beranggapan bahwa prasangka lebih dominan disebabkan oleh tipe kepribadian 

         orang-orang tertentu.
4.      Perbedaan keyakinan, keperacayaan dan agama.
   Contohya: berdirinya fakta-fakta pertahanan seperti NATO, SEATO yang merupakan 

         contoh dari adanya prasangka dan politik global dari Negara adi kuasa.


4. Etnosentrisme
    Ethnosentrisme yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka 
    sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain 
    kurang baik dimata mereka. Akibatnya adalah penampilan ethnosentrik yang dapat menjadi penyebab 
    utama dalam kesalahan dalam berkomunikasi.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2011 my little notes... Designed by Cute Templates Blogger.
Thanks to: Link 1, Link 2, Link 3.